






![]() | Hari ini | 676 |
![]() | Kemarin | 1584 |
![]() | Minggu ini | 5493 |
![]() | Bulan ini | 12703 |
![]() | Semua | 713221 |
| Buruh Tani yang terlupakan di Hari Buruh |
|
Oleh : Pius Mulyono Peringatan hari buruh diperingati dengan “gegap gempita” dan dengan segenap persiapan, baik yang memperingati (buruh) maupun yang akan mengamankan (aparat keamanan). Peringatan selalu diisi dengan beberapa tuntutan kaum buruh seperti penghapusan sistem outsourching, kenaikan upah minimal, kebebasan berorganisasi dan berbagai persoalan yang dialami kaum buruh. Tuntutan itu ditujukan kepada pemerintah dan kepada perusahaan yang mempekerjakan buruh. Beberapa tuntutan ada yang segera direspon oleh pemerintah dan perusahaan, namun banyak juga tuntutan dari buruh yang tidak ada respon sama sekali baik dari pemerintah maupun perusahaan. Peringatan hari buruh menjadi hal yang strategis sebagai media untuk menyuarakan tuntutan bagi buruh untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan keluarganya. Dukungan kebijakan dari Deptan untuk menjadikan sektor pertanian menjadi sesuatu yang menjanjikan, pasti akan berdampak pula terhadap peningkatan kesejahteraan buruh tani yang menjadi bagian penting dari pertanian. Ketika usaha pertanian menjadi sebuah usaha yang cukup “menguntungkan”, maka sudah sepantasnya hubungan kerja antara buruh tani dengan petani pemilik lahan akan lebih berkeadilan.
|