|
Lesman the Recovery Program for the Yogyakarta earthquake survivors |
|
Pasca distribusi logistik di wilayah yang terkena musibah bencana di kabupaten Boyolali, Klaten, Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. secara berkelanjutaan lesman meneruskan program Peduli Bencana dengn melakukan Pemulihan bagi Penyintas bencana. Meskipun skala program ini tidak bisa seperti pada saat Distribusi Logistik bualn yang telah lalu, tetapi meskipun hanya di kabupaten Gunung Kidul dan Kulonprogo, program pemulihan bagi penyintas bencana ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkannya. Bentuk Program Pemulihan meliputi Fasilitasi berbagai Pelatihan untuk meningkatkaan ketrampilan penyintas bencana dalam mengelola sumber-sumber ekonomi untuk menopang kebutuhan keluargaa, Penyusunan Businesplant untuk mengelola usaha yanng dimiliki dan Kegiatan pendanaan untuk memberikan dana stimulan dengan mekanisme pinjaman untuk digulirkan, dengan harapan bisa dikembangkan untuk modal usaha. |
|
|
Problems, Support and Recovery disaster survivors |
Masalah – masalah yang mungkin menyertai penyintas (survivor) - Fisik ; Luka yang diderita penyintas dari suatu bencana dapat bersifat sementara maupun permanen. Pengobatan / operasi yang harus dijalani dalam penyembuhan biasanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas.
- Psikologis ; Perubahan yang mendadak akan membuat seseorang merasa tidak siap untuk menerimanya. Hal ini seringkali akan membuat seseorang merubah atau menata ulang cara pandangnya terhadap diri sendiri.
|
|
Selanjutnya >>>
|
|
Bencana, dapat dimaknai sebagai dua sisi laiknya mata uang. Musibah sekaligus berkah. Kondisi dan kenyataan hidup yang harus ditanggung para korban adalah satu sisi dari “mata uang” bencana. Sementara, di sisi lain, kepedulian terhadap kemanusiaan yang bisa dilatarbelakangi kepentingan politik, bisnis bantuan, dan berbagai semangat filantropis berlumuran pamrih bisa tumbuh dan berkembang. Secara sosial bencana telah menyebabkan masyarakat berjarak dari norma-norma, ritme kehidupan dan nilai-nilai yang sudah mereka jadikan pegangan dasar kehidupan keseharian. Bangunan sistem sosial yang telah selama ini memberi makna, norma dan aturan peran yang jelas dan dipahami bersama tiba-tiba runtuh bersamaan dengan terganggunya lingkungan fisik mereka. |
|
Selanjutnya >>>
|
|
|
|
|
|