FRIDAY
MARCH 2010
12

WebChat

We have 22 guests online

Farmer Forum

Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Boyolali
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Kulon Progo
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Gunung Kidul

Program Unit

Cooperation

Campaign Media

 
 
 Poster
poster

Download this version (Large ) Download the large size

-----------------------

KALENDER 2010

 kelander_2010

Administrator

klik cancel pada popup pertama

Copy and Paste

If you are interested in the article above and intend to copy it and distribute it. Do not be shy, wrote copy directly or save as from the menu bar. Be changed, modified, and enriched, the origin remains its credit list and its URL address. Allowed for good purposes, not breaking the law, ethical norms and kesulilaan, did not mention racial intolerance, and NOT FOR COMMERCIAL PURPOSE. For the latter purpose to pay royalties; Lesman greetings

Polls

What is organic agriculture?
 

Link Lesman

Lesman on Facebook
Lesman on twitter
Lesman on Youtube
Lesman Photo Dokumentation

Guest Online

We have guests online

Visitor Data

DATA PENGUNJUNG Mulai Oktober 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini142
mod_vvisit_counterKemarin478
mod_vvisit_counterMinggu ini2229
mod_vvisit_counterBulan ini5393
mod_vvisit_counterSemua144278
___________

 lestarimandiri.org

 Nar     
Mul     
Heni    
Theresia
 
Alexa Traffik Rank -------------------
Google Pagerank PR bar Google Pagerank PR bar PageRank.seoserp.com
Lesman - FARMER FOR FOOD SOVEREIGNTY
Cultural Preservation

Kamis 21 Januari 2010, Pada hari tersebut diadakan sebuah acara besar di Desa Clunthang, khususnya masyarakat Pedukuhan Gedong yaitu acara Bersih Desa atau sering disebut dengan Rasul. Kegiatan Rasulan dikawasan kaki gunung merapi ini sudah dilakukan secara rutinitas setiap satu tahun sekali. Dan tahun 2010 ini dilakukan pada bulan awal yaitu Januari. Tradisi Bersih Desa ini diselenggarakan setelah Idul Adha jika menurut penanggalan Islam.

Kamis 21 Januari 2010 adalah hari yang menjadi pilihan alternatife bagi masyarakat Pedukuhan Gedong. Setiap rumah penduduk menyajikan aneka makanan tradisional yang disajikan untuk para tetangga, kerabat dan keluarga. Tradisi ini selain Tradisi bersih Desa juga merupakan tradisi upacara bersyukur kepada Sang Pencipta atas berkah panenan pertanian yang telah dilakukan masyarakat di Pedukuhan Gedong, dan sudah dilakukan sejak nenek moyang terdahulu dan hingga kini masih tetap dilaksanakan. Reog, campur bawur, dan aneka seni tradisional merupakan suatu tradisi tidak pernah ketinggalan dalam rangkaian acara tersebut. Seperti yang dikatakan oleh sesepuh pedukuhan “ tradisi seko leluhur ki kudu diuri-uri ora oleh ditinggalke seko jamanenenek moyang nganti saiki kudu tetep dijogo, sedino sak durunge rasulan kiwo tengen omah kudu diresiki ora oleh ora, nak ora dilakoniurung iso dijenengke rasul”. Maksudnya adalah tradisi dari nenek moyang harus tetap dijaga dan tidak boleh ditinggalkan dan sehari sebelum Acara Rasul (acara Tayuban) harus melakukan bersih-bersih lingkungan pedukuhan, dan hal tersebut harus dilakukan dan belum dianggap rasul/bersih desa jika tidak dilaksanakan.

Read more...
 
Informal discussion of sustainable village

Warga Dukuh Nglambur, Desa Sidoharjo, Kec. Samigaluh antusias mewujudkan gagasan untuk membangun wilayahnya menjadi kawasan Kampung Lestari. Potensi alam dan keaneka-ragaman kegiatan Pertanian telah dilakukan untuk mewujudkan gagasan ini. Pedukuhan yang terletak di dekat tempat pariwisata Suroloyo ini memang menyimpan berbagai potensi. Potensi ini diharapkan akan menjadi salah satu penopang obyek wisata Suroloyo di pegunungan menoreh yang berbatasan dengan kabuipaten Magelang ( jawa tengah). 

Ada 2 hal yang mendasari mengapa lahir gagasan Kampung Lestari yaitu :

  • Untuk memersiapkan masyarakat menghadapi Eko Wisata Suroloyo
  • Menciptakan sebuah kemerdekaan untuk menentukan dan mengelola hidup serta kehidupan.

Tujuan Kampung Lestari:

  1. Memelihara kelestarian SDA dan SDM untuk menjaga produktifitas lahan pangan dalam jangka panjang.
  2. Menciptakan lingkungan yang sehat nyaman dan aman
  3. Menciptakan Lapangan kerja baru di pedesaa.
  4. Meningkatkan pendapatan masyarakat

Kegiatan pendukung Kampung Lestari yang sudah dilakukan untuk peningkatan kapasitas SDM :

Selanjutnya >>>
 
Achieve Sustainable Village

 GRAND OPENING KAMPUNG LESTARI, Dk. Nglambur, Ds. Sidoharho, Kec. Samigaluh

Kulonprogo, 17 and December 18, 2009

It starts from the initial idea Dk.Nglambur Farmers Group that seeks to bring the region into pedukuhannya "Sustainable Village" as a potential buffer Suroloyo tourism in the region as an area of "Eco Tourism" in Kulonprogo. This activity is a community collaboration with the various hamlets Nglambur nongovernmental organizations (Lesman, Dian Desa, and GMU student).
Sustainable Village lounching event packed in SIDOHARJO EXPO 2009 events, along with ritual Suro 1.
Tirakatan evening begins with 1 Suro dated December 17, 2009 at 20.00 - 24.00 Wib. Nglambur hamlets in the field. With the Sustainable Village lounching, Mujadahan, Sholawatan, and screening of a movie with the theme of Environment and Water Conservation.

 Mount form carnival community hamlets Nglambur commodities on December 18, 2009 at 09.00 am starting from the entrance to the field Nglambur hamlets hamlet Nglambur spaced 450 meters. Procession, escorted by a mound of community leaders who are dressed in traditional Javanese, Jatilan, Rebana and Marching Band from MTsN Sidoharho.

In the field present the invitation Nglambur Vice Regent Kulonprogo (Mulyono), Parliament (Sarkowi), Head of Tourism, Culture and Sports District Kulonprogo (Bambang Pidekso), Head Samigaluh (Latmiyo), Head Village Sidoharho (Budi Hutomo Putro), Principal MTsN Sidoharho (Drs. Khoiron), Danramil Samigaluh, Director Lesman (C. Sigit Prihandono, SP), Dian Desa, Gajahmada University Students and the Community.

Nglambur hamlets conducted field procession Mount Tumpeng delivery to the elders of the village community (Village Head-Budi Hutomo Putro), followed by cutting Tumpeng by the village head to the Vice Regent Kulonprogo (Mulyono) as a district elder Kulonprogo.

  (Delivery slices Tumpeng by village heads Sidoharho To Kulon Progo Vice Regent)

 

 

Read more...
 
Bookmark and Share Subscribe Bookmark and Share