|
Internet and Computer Learning for Farmers
Information Technology is a technology used to process data, including processing, obtain, compile, store, manipulate data in different ways to generate quality information, information that is relevant, accurate and timely, which is used for personal, business, and governance and a strategic information for decision making. This technology uses a computer to process data, the network system to connect one computer to another computer as needed, and use of telecommunications technology so that data can be distributed and accessed globally.
With the development of IT and the need to expand access and information faster and more widely so as CO (Community Organizer) need to be equipped with this Tekcnologi so as to utilize technology, especially computers.
For that Lesman (Lestari Mandiri ) in collaboration with Greennet Boyolali (figuring Green Net) menyelenggaran Basic Computer and Internet Training for CO in the Countryside. This training program is one of the ICT for Community Development, knowledge-sharing activities is based on the spirit of community empowerment, given to the Community Organizer.
Participants were 24 people from a number of cadres of peasant / Co, of some areas of the assisted Lesman
 |
|
|
There are no translations available.
Kolaborasi Multi Stakeholders dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Boyolali

Sebagaimana diamanatkan dalam UU no 7/1996, bahwa pangan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi. Perwujudan Ketahanan Pangan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dimana Pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan mendapat mandat untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program dalam rangka perwujudan ketahanan pangan.
Sektor Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Boyolali, dimana lebih dari 60% luas wilayah kabupaten Boyolali merupakan lahan pertanian produktif. Tercatat berbagai potensi pangan telah dikembangkan baik berupa beras, jagung dan umbi-umbian, dalam rangka mengoptimalkan potensi wilayah Boyolali.
|
|
Read more...
|
|
There are no translations available.
Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) adalah sebuah momentum yang mengingatkan bahwa kekuatan setiap Negara ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat secara berkelanjutan. Selaras dengan tema HPS internasional “Food Prices From Crisis To Stability”, maka tema HPS tingkat Nasional telah ditetapkan “Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan Wold Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan FAO Conference ke 20, Nopember 1979 di Roma, Italia, yang dihadiri oleh 147 negara anggota FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh Negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara nasional pada setiap tanggal 16 Oktober bertepatan dengan tanggal terbentuknya FAO. Sesuai dengan pemahaman para pemimpin dunia yang hadir pada pertemuan tersebut atas permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan pangan di lingkup global, regional maupun nasional, maka perlu dibangun kesadaran seluruh pemangku kepentingan dalam implementasi program-program yang relevan agar pemenuhan pangan dapat secara terus menerus ditingkatkan, baik jumlah maupun mutunya. Tak ketinggalan Lesman dengan Kelompok tani Dampingannya, tanggal 18 Oktober menyelenggarakan Peringatan Hari pangan Sedunia XXXI, di Gedung Singosewayan Jl. Merapi Boyolali. Dengan menggelar acara Pameran produk-produk pangan lokal, Seminar Petani dan Pentas Seni Tradisional ( Reog dan Kantholeng). Pembukaan rencananya oleh Bupati Boyolali, dilanjutkan dengan diskusi petani dengan pemangku kepentingan ( Dinas/instasi).  Dukungan dan Kerjasama  |
|
|